Monday, 2017-10-23, 6:05 PM

Main » 2011 » June » 26 » Pengiriman TKI, Bisnis Menggiurkan...
9:17 AM
Pengiriman TKI, Bisnis Menggiurkan...

Pengiriman TKI, Bisnis Menggiurkan...



JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak pihak yang berkepentingan terhadap pengiriman tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. Pasalnya, pengiriman TKI ke Arab Saudi telah dijadikan bisnis oleh berbagai pihak tanpa memperhatikan pekerja.

Sejak dari perekrutan, yang menentukan mereka TKI pergi atau tidak adalah broker kampung.
-- Sulistyowati

"Ini bisnis migrasi. Meninggalkan Arab Saudi adalah meninggalkan harta benda, meninggalkan bisnis yang berkelimpahan. Saya kira banyak pihak berkepentingan," kata Wahyu Susilo, analis Kebijakan Publik Migrant Care, saat diskusi di Jakarta, Sabtu (25/6/2011).

Wahyu merujuk pada hasil penelitian Sulistyowati Irianto, Ketua Pusat Kajian Wanita dan Jender Universitas Indonesia, tentang pengiriman TKI ke Arab Saudi. Sulistyowati meneliti pusat pengiriman TKI ke Arab Saudi di daerah Condet, Jakarta Timur.

Sulistyowati menjelaskan, ada ratusan agen pengerah TKI di Condet. Selain itu, berdiri pula segala usaha pendukung pengerah TKI seperti jasa pengiriman barang, travel, atau kantor hukum. Para pemilik agen, kata dia, mayoritas adalah warga keturunan Arab.

"Sejak dari perekrutan, yang menentukan mereka (TKI) pergi atau tidak adalah broker kampung. Jangan heran kalau broker kampung itu antara lain adalah para ustaz yang menjanjikan surga di tanah Arab. Mereka sangat terkejut karena bayangan mereka tentang tanah harapan itu sama sekali tidak sesuai dengan harapan," kata Sulistyowati.

Menurut Sulistyowati, TKI kerap sangat dirugikan dengan adanya perubahan kontrak sepihak oleh agen penyalur dan majikan. Sebelum diberangkatkan, calon TKI dibuatkan kontrak yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI.

"Sampai di sana ada kontrak baru yang harus ditandatangani. Lalu ada kontrak lain yang pekerja tidak dilibatkan, yaitu kontrak yang dibuat agensi dengan majikan. Itu salah satunya mengatur besarnya gaji. Yang diterima bisa setengah upah minimum di sana," tutur Sulistyowati.


Views: 433 | Added by: khenasso | Rating: 0.0/0
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Free web hostinguCoz