|
|
Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan SURABAYA, KOMPAS.com - Menanggapi
temuan indikasi manipulasi DPT, KPUD Trenggalek segera mengumpulkan
seluruh petugas PPK dan KPPS untuk mengecek kemungkinan munculnya nomor
induk kependudukan atau nama ganda dalam DPT. Namun demikian, saat KPUD
Trenggalek meminta hasil temuan dugaan manipulasi DPT, pihak PDI-P tak
memberikan. Sebelumnya, tim PDI-P melalui Sekretaris Jenderal
PDI-P Pramono Anung melaporkan temuan indikasi manipulasi DPT di Daerah
Pemilihan Jawa Timur VII (dapil VII), yaitu Trenggalek, Ngawi,
Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. "Setelah rilis PDI-P disampaikan,
kami segera menghubungi ketua DPC PDI-P Trenggalek Akbar Abas untuk
meminta hasil tersebut agar mempermudah kami untuk melakukan
pengecekan. Namun hingga saat ini, PDI-P tak menyerahkan hasil
tersebut," ujar Ketua KPUD Trenggalek Zainal Abidin, Jumat (20/3) di
sela pe... Read more »
|
Festival Sastra Jawa dan Desa di Trenggalek
Jika tak ada aral, Festival Sastra Jawa dan Desa (FSJD) 2009 bakal
digelar di Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa
Timur (04 - 05 Agustus). Setahu penulis, sejauh ini belum pernah
digelar
festival untuk sastra Jawa.
Yang sering digelar adalah sarasehan. Dari sisi kuantitatif ini akan
menambah agenda dalam sastra Jawa. Kongres sastra Jawa (KSJ) sudah
digelar untuk kedua kalinya (Semarang, September 2006). Kongres Bahasa
Jawa sudah digelar 4 kali sejak 1991. Ada satu agenda lagi yang
mewarnai perkembangan sastra Jawa (modern) yakni pemberian penghargaan
tahunan untuk buku dan tokoh sastra Jawa (bersama buku dan tokoh dari
jagad sastra Sunda, Lampung, Bali).
Kongres Bahasa Jawa (KBJ) adalah hajat bersama tiga daerah (Jawa
Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur). Biayanya pun
ditanggung ... Read more »
|
Diantara Kabupaten lain dipropinsi Jawa Timur, Trenggalek adalah salah
satu yang memiliki perekonomian yang lemah. Sebagian besar penduduk
mengandalkan hidup dari hasil pertanian, sisanya dari peternakan,
perkebunan, kerajinan dan penangkapan ikan. Trenggalek juga memiliki
bahan-bahan tambang yang belum dikembangkan/digali. Misalnya Kalsit,
Marmer, Diorite, Brobos, Toseki, Andesit, dll.
Pertanian
Pertanian
di Trenggalek belum dikembangkan secara maksimal, sehingga belum mampu
mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat dalam hal pangan maupun
kebutuhan sehari-hari. Pergantian musim yang tidak teratur sangat
mempengaruhi penghasilan petani. Sistem pengairan yang kurang optimum
dan kemarau panjang sering menjadi hambatan bercocok tanam. Kondisi
tersebut masih sering diperburuk dengan banjir dimusim hujan yang
mengakibatkan produksi pangan menurun.
Pemasaran hasil pertanian pun sering kurang menguntungkan petani.
Pemerintah tidak memberlakukan patokan harga untuk melindungi mereka.
Sehingga sering kita dengar adanya calo atau koperasi tertentu yang
suka memanipulasi harga.
Perkebunan
Beberapa daerah diTrenggalek terkenal sebagai penghasil utama berbagai
buah-buahan di Jawa Timur misalnya kopi, jeruk, mangga, rambutan,
duren, manggis. Pemda Trenggalek masih harus melakukan beberapa
penyuluhan kepada masyarakat tentang tatacara pemeliharaan dan
penanganan terhadap hama untuk tanaman ini.
Hasil perkebunan terbesar di Trenggalek dan mungkin terbesar di Jawa adalah cengkeh. Perkebunan cengkeh
terluas terletak di kecamatan Munjungan,Watulimo dan Dongko yang berada
di ketinggian diatas 500 m diatas permukaan laut. Sebelum
diberlakukannya peraturan baru tentang tata niaga cengkeh antara tahun
1991-1998, petani didaerah ini memiliki taraf hidup yang bagus. Namun
sayang, ketentuan baru tersebut kurang memihak pada mereka, sehingga
beberapa diantara mereka membiarkan perkebunan nya terbengkalai sebagai
protes terhadap pemerintah.
Trenggalek pernah meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden karena berhasil mengembangkan cengkeh.
Hasil perkebunan yang lain adalah kopi yang telah berkembang sejak
pemerintahan Hindia Belanda. Di Kec Bendungan terdapat area perkebunan
kopi seluas 360 hektar yang beroperasi sejak tahun 1946.
Kerajinan
Mata pencaharian masyarakat Trenggalek yang lain adalah kerajianan.
Kerajinan anyaman bambu banyak dikembangkan di desa Wonoanti Gandusari
dan sumber Gayam di Durenan. Batik tradisional masih di tekuni
masyarakat desa Ngentrong dan kelurahan Sumber Gedong. Kerajinan marmer
juga meluas di desa Banjar, Panggul. Sementara usaha bordir dan
konfeksi berkembang di desa Kamulan, Durenan dan desa Sukorejo
Gandusari.
Pande besi, usaha memproduksi alat-alat pertanian secara tradisional
masih berjalan diTrenggalek. Walaupun kemajuan industri mampu
menghasilkan barang serupa dengan kwalitas yang lebih bagus, namun
hasil produksi mereka masih mendapatkan tempat dimasyarakat dengan
harga yang bersaing.
Perikanan
Trenggalek memiliki pelabuhan ikan terbesar setelah Cilacap di
pantai selatan pulau Jawa. Pengembangan potensi perikanan mulai
direalizasikan dengan pembangunan pelabuhan ekspor hasil perikanan
diPantai Prigi dengan dukungan dana sebesar Rp 120 milyar dari APBN.
Pengucuran dana ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan para
nelayan setempat.
Masih
banyak sumber daya alam di Trenggalek yang belum dikembangkan karena
sedikitnya minat investasi di Trenggalek. Tenaga kerja yang murah dan
perbaikan transportasi merupakan asset besar yang bisa ditawarkan Kab.
Trenggalek.
Kalo Anda berkunjung ke Trenggalek, jangan lupakan jajanan khas dari
dapur Trenggalek berupa kripik Tempe, Manco, Alen-alen, Sale pisang,
dll.
|
| Calendar |
| « February 2010 » | | Su | Mo | Tu | We | Th | Fr | Sa | | | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | | 28 |
|
|