selamat datang di trenggalek.do.am
Tuesday, 2010-02-09, 2:32 Am
Site menu
time
geouser
Search



Laporan wartawan KOMPAS Aloysius Budi Kurniawan

SURABAYA, KOMPAS.com - Menanggapi temuan indikasi manipulasi DPT, KPUD Trenggalek segera mengumpulkan seluruh petugas PPK dan KPPS untuk mengecek kemungkinan munculnya nomor induk kependudukan atau nama ganda dalam DPT. Namun demikian, saat KPUD Trenggalek meminta hasil temuan dugaan manipulasi DPT, pihak PDI-P tak memberikan.

Sebelumnya, tim PDI-P melalui Sekretaris Jenderal PDI-P Pramono Anung melaporkan temuan indikasi manipulasi DPT di Daerah Pemilihan Jawa Timur VII (dapil VII), yaitu Trenggalek, Ngawi, Ponorogo, Magetan, dan Pacitan.

"Setelah rilis PDI-P disampaikan, kami segera menghubungi ketua DPC PDI-P Trenggalek Akbar Abas untuk meminta hasil tersebut agar mempermudah kami untuk melakukan pengecekan. Namun hingga saat ini, PDI-P tak menyerahkan hasil tersebut," ujar Ketua KPUD Trenggalek Zainal Abidin, Jumat (20/3) di sela pe... Read more »

Views: 54 | Added by: khenasso | Date: 2009-11-03 | Comments (0)

Festival Sastra Jawa dan Desa di Trenggalek


Jika tak ada aral, Festival Sastra Jawa dan Desa (FSJD) 2009 bakal digelar di Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (04 - 05 Agustus). Setahu penulis, sejauh ini belum pernah digelar festival untuk sastra Jawa. Yang sering digelar adalah sarasehan. Dari sisi kuantitatif ini akan menambah agenda dalam sastra Jawa. Kongres sastra Jawa (KSJ) sudah digelar untuk kedua kalinya (Semarang, September 2006). Kongres Bahasa Jawa sudah digelar 4 kali sejak 1991. Ada satu agenda lagi yang mewarnai perkembangan sastra Jawa (modern) yakni pemberian penghargaan tahunan untuk buku dan tokoh sastra Jawa (bersama buku dan tokoh dari jagad sastra Sunda, Lampung, Bali).
Kongres Bahasa Jawa (KBJ) adalah hajat bersama tiga daerah (Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur). Biayanya pun ditanggung ... Read more »
Views: 58 | Added by: khenasso | Date: 2009-11-03 | Comments (0)



Sekilas Trenggalek PDF Print E-mail

Diantara Kabupaten lain dipropinsi Jawa Timur, Trenggalek adalah salah satu yang memiliki perekonomian yang lemah. Sebagian besar penduduk mengandalkan hidup dari hasil pertanian, sisanya dari peternakan, perkebunan, kerajinan dan penangkapan ikan. Trenggalek juga memiliki bahan-bahan tambang yang belum dikembangkan/digali. Misalnya Kalsit, Marmer, Diorite, Brobos, Toseki, Andesit, dll.

Pertanian

persawahans.jpgPertanian di Trenggalek belum dikembangkan secara maksimal, sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat dalam hal pangan maupun kebutuhan sehari-hari. Pergantian musim yang tidak teratur sangat mempengaruhi penghasilan petani. Sistem pengairan yang kurang optimum dan kemarau panjang sering menjadi hambatan bercocok tanam. Kondisi tersebut masih sering diperburuk dengan banjir dimusim hujan yang mengakibatkan produksi pangan menurun.

Pemasaran hasil pertanian pun sering kurang menguntungkan petani. Pemerintah tidak memberlakukan patokan harga untuk melindungi mereka. Sehingga sering kita dengar adanya calo atau koperasi tertentu yang suka memanipulasi harga.

Perkebunan

Beberapa daerah diTrenggalek terkenal sebagai penghasil utama berbagai buah-buahan di Jawa Timur misalnya kopi, jeruk, mangga, rambutan, duren, manggis. Pemda Trenggalek masih harus melakukan beberapa penyuluhan kepada masyarakat tentang tatacara pemeliharaan dan penanganan terhadap hama untuk tanaman ini.

Hasil perkebunan terbesar di Trenggalek dan mungkin terbesar di Jawa adalah cengkeh.cengkeh.jpg Perkebunan kopi.jpgcengkeh terluas terletak di kecamatan Munjungan,Watulimo dan Dongko yang berada di ketinggian diatas 500 m diatas permukaan laut. Sebelum diberlakukannya peraturan baru tentang tata niaga cengkeh antara tahun 1991-1998, petani didaerah ini memiliki taraf hidup yang bagus. Namun sayang, ketentuan baru tersebut kurang memihak pada mereka, sehingga beberapa diantara mereka membiarkan perkebunan nya terbengkalai sebagai protes terhadap pemerintah.

Trenggalek pernah meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden karena berhasil mengembangkan cengkeh.

Hasil perkebunan yang lain adalah kopi yang telah berkembang sejak pemerintahan Hindia Belanda. Di Kec Bendungan terdapat area perkebunan kopi seluas 360 hektar yang beroperasi sejak tahun 1946.

Kerajinan

Mata pencaharian masyarakat Trenggalek yang lain adalah kerajianan. Kerajinan anyaman bambu banyak dikembangkan di desa Wonoanti Gandusari dan sumber Gayam di Durenan. Batik tradisional masih di tekuni masyarakat desa Ngentrong dan kelurahan Sumber Gedong. Kerajinan marmer juga meluas di desa Banjar, Panggul. Sementara usaha bordir dan konfeksi berkembang di desa Kamulan, Durenan dan desa Sukorejo Gandusari.

Pande besi, usaha memproduksi alat-alat pertanian secara tradisional masih berjalan diTrenggalek. Walaupun kemajuan industri mampu menghasilkan barang serupa dengan kwalitas yang lebih bagus, namun hasil produksi mereka masih mendapatkan tempat dimasyarakat dengan harga yang bersaing.

Perikanan

Trenggalek memiliki pelabuhan ikan terbesar setelah Cilacap di pantai selatan pulau Jawa. Pengembangan potensi perikanan mulai direalizasikan dengan pembangunan pelabuhan ekspor hasil perikanan diPantai Prigi dengan dukungan dana sebesar Rp 120 milyar dari APBN. Pengucuran dana ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan para nelayan setempat.

prigiikan.jpgMasih banyak sumber daya alam di Trenggalek yang belum dikembangkan karena sedikitnya minat investasi di Trenggalek. Tenaga kerja yang murah dan perbaikan transportasi merupakan asset besar yang bisa ditawarkan Kab. Trenggalek.


Kalo Anda berkunjung ke Trenggalek, jangan lupakan jajanan khas dari dapur Trenggalek berupa kripik Tempe, Manco, Alen-alen, Sale pisang, dll.

 





mp3 player

Calendar
«  February 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
Entries archive
Our poll
Rate my site
Total of answers: 1
Tag Board
200
Copyright MyCorp © 2010 Free web hosting - uCoz